Langsung ke konten utama

Makanan Pokok Sagu - Evi Diya

 

Nama: Evi Diya Turrohmah

Kelas: XI- 7

Makanan Pokok Sagu
 
Sagu bahan pangan Indonesia adalah tepung yang dihasilkan dari pohon sagu. Pohon sagu (metroxylon sagu) merupakan tanaman yang tumbuh subur di daerah tropis terutama di Papua dan Maluku. Keunggulan sagu sebagai sumber karbohidrat alternative karena di dalam seratus gram pati sagu mempunyai kandungan energi 357 kalori, sedangkan beras 366 kalori atau jagung 349 kalori serta lebih tinggi dari kentang 71 kalori.
 Sagu memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah dijadikan sebagai bahan dasar untuk memproduksi glukosa, kombinasi tepung sagu dan protein dari kedelai berguna untuk memperkuat stamina tubuh. Pohon sagu dapat tumbuh subur tanpa perlu pupuk atau pestisida tambahan sehingga mengurangi dampak negative terhadap lingkungan. Sagu juga dapat membantu dapat pengatasan kelaparan, terutama di wilayah-wilayah yang sulit diakses oleh sumber makanan lainnya. Budaya pengelolaan sagu juga menciptakan lapangan kerja lokal, mendukung ekonomi komunitas dan menjaga keberlanjutan kebudayaan lokal.
 Pemanfaatan sagu saat ini tidak hanya sebagai makanan pokok, beragam manfaatnya. Sagu tersebut sebaiknya diiringi dengan pemeliharaan lingkungan yang baik, dengan demikian tanaman sagu akan tetap dapat dilestarikan demi memenuhi berbagai kebutuhan pangan untuk masyarakat dan hewan ternak. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Nayla Salsabila

  Berubahnya peraturan  Judul: I'm not stupid  Penulis: Khusnul Art Penerbit: Coconut Tahun terbit: 2024 (cetakan pertama) I'm not stupid merupakan sebuah novel anak sekolah yang ditulis oleh Khusnul Art dan diterbitkan pada tahun 2024. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan siswa sekolah oada tahun 2008. Sekolahnya bernama Magnesiam High School atau disingkat menjadi MHS. Novel ini menggambarkan secara rinci perjuangan 8 murid yang ingin merubah peraturan MHS. Karna mereka merasa sangat aneh dan ganjil dengan 8 peraturan yang ada di MHS.  Keunggulan dari novel ini mengajarkan kita agar mendengarkan pendapat orang lain. Dinovel ini kalian akan merasakan ketegangan dan sedih karna akan ada momen kehilangan untuk selamanya. Perjalanan mereka melewati rintangan yang amat berat. Kelemahan novel ini adalah, apabila orang yang membaca mudah percaya, maka ia akan terpengaruh dengan rumus karangan yang tidak masuk akal sama sekali. Juga banyak penyebar aib teman sendiri.

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi buku - Septia Fitri

  “14 Hari yang Mengubah Hidup: Perjalanan Emosional Bersama Isabella” Judul: 14 Days Isabella Penulis: Caramel Penerbit: Platform independen (cerita ini awalnya diadaptasi dari Alternate Universe) Genre: Drama, Fiksi Remaja Novel ini menceritakan perjuangan Isabella Seva Amorita, seorang gadis berusia 16 tahun, untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarganya yang selama ini membencinya. Ayahnya, Angga, menyalahkannya atas kematian ibunya saat melahirkan, dan kedua kakaknya, Gara dan Bara, juga memperlakukan Isabella dengan dingin. Hidupnya semakin sulit dengan kehadiran Anvaya, saudara tirinya, yang sering merundungnya. Meski dikelilingi oleh kebencian, Isabella tetap berusaha mendapatkan cinta dari keluarganya dalam waktu 14 hari sebelum ulang tahunnya. Dalam perjalanan ini, ia bertemu Menara Kaif Jaendra, seorang teman yang memberikan harapan baru, meski hubungan ini memicu kecemburuan Anvaya. Isabella menghadapi semua konflik ini sambil berjuang melawan penyakit jantung bawaan,...