Sincerity of Love Pagi hari tiba, dan matahari menampakkan mukanya seperti biasa. Aku terbangun termenung sembari mengumpulkan nyawaku. Suasana masih sama, virus Covid 19 itu masih juga tidak berhenti menyebarkan dirinya ke dunia. “Pukul berapa sekarang?”, Gumamku. Hingga aku terperanjat ketika melihat jam di handphone sudah memunculkan angkanya di 06.15. “Ya Allah, aku kan masuk jam 07.00, kenapa gaada yang bangunin aku sih!” Bentakku pada handphone yang tak tahu salahnya apa. Aku pun langsung menarik selimut dan mulai berdiri menuju kamar mandi. Sementara itu, untungnya seragam sekolahku sudah kusetrika. Hingga setelah mandi aku langsung bergegas ganti pakaian dan merapikan barang-barang yang ada di tasku. “Udah jam segini, gausah lah sarapan biasanya juga ngga, aku langsung berangkat aja.” Kataku sambal tergopoh-gopoh memakai sepatu. Aku berjalan kaki ke sekolah, biasanya diantar sih, tapi kalau udah kepepet gini jalan juga bisa, untungnya jarak rumah menuju ...