Langsung ke konten utama

Teks berita-bakso matahari.

Haloo guys, kalian tau ga sih kalau di Singosari ini ada salah satu bakso yang terkenal dengan ukurannya yang besar itu?? pasti kalian penasaran kan? nah nama baksonya itu Bakso Matahari! jadi kita mau tunjukkin ke kalian nih! yuk ikutin perjalanan kita. 

Bakso matahari ini terletak di sepanjang jalan Tumapel, yang tepatnya di jalan Ruko Tumapel Barat No.1, Pangetan, Pagentan, Kec. Singosari, Kabupaten Malang. Bakso ini terkenal dengan baksonya yang besar, rasanya yang enak dan gurih. dan ada banyak macam-macam pilihan loh! tempatnya juga bersih, suasananya santai dan nyaman, membuat pengunjung betah untuk berkunjung makan disini. 

eitss jangan salah..hanya dengan harga 10 ribu saja kalian sudah mendapatkan porsi yang banyak dan bisa membuat perut kenyang. harga pas untuk kantong pelajar! Pelayanan di Bakso Matahari ini cepat, penjualnya pun ramah kepada pelanggan, banyak pengunjung pula. mereka menyediakan meja dan tempat duduk diruangan depan dan belakang kalian bisa berkunjung disini bersama teman dan keluarga kalian loh! Tenang saja, Bakso Matahari ini buka setiap hari kok. dari jam 09.00 pagi sampai 21.00. 

Terimakasih ya teman-teman sudah menonton vlog berita kita dan setelah menonton vlog ini, jangan lupa yaa mampir di bakso matahari jalan tumapel dan cobain rasanya! see you and have a good day guys! 

Kelompok 11 & 12:

Ahmad Fikri Adz dzaky 

M. Syahrus Shofa

Ika Nur Azizah 

Rama Felisya F.

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Nayla Salsabila

  Berubahnya peraturan  Judul: I'm not stupid  Penulis: Khusnul Art Penerbit: Coconut Tahun terbit: 2024 (cetakan pertama) I'm not stupid merupakan sebuah novel anak sekolah yang ditulis oleh Khusnul Art dan diterbitkan pada tahun 2024. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan siswa sekolah oada tahun 2008. Sekolahnya bernama Magnesiam High School atau disingkat menjadi MHS. Novel ini menggambarkan secara rinci perjuangan 8 murid yang ingin merubah peraturan MHS. Karna mereka merasa sangat aneh dan ganjil dengan 8 peraturan yang ada di MHS.  Keunggulan dari novel ini mengajarkan kita agar mendengarkan pendapat orang lain. Dinovel ini kalian akan merasakan ketegangan dan sedih karna akan ada momen kehilangan untuk selamanya. Perjalanan mereka melewati rintangan yang amat berat. Kelemahan novel ini adalah, apabila orang yang membaca mudah percaya, maka ia akan terpengaruh dengan rumus karangan yang tidak masuk akal sama sekali. Juga banyak penyebar aib teman sendiri.

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi buku - Septia Fitri

  “14 Hari yang Mengubah Hidup: Perjalanan Emosional Bersama Isabella” Judul: 14 Days Isabella Penulis: Caramel Penerbit: Platform independen (cerita ini awalnya diadaptasi dari Alternate Universe) Genre: Drama, Fiksi Remaja Novel ini menceritakan perjuangan Isabella Seva Amorita, seorang gadis berusia 16 tahun, untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarganya yang selama ini membencinya. Ayahnya, Angga, menyalahkannya atas kematian ibunya saat melahirkan, dan kedua kakaknya, Gara dan Bara, juga memperlakukan Isabella dengan dingin. Hidupnya semakin sulit dengan kehadiran Anvaya, saudara tirinya, yang sering merundungnya. Meski dikelilingi oleh kebencian, Isabella tetap berusaha mendapatkan cinta dari keluarganya dalam waktu 14 hari sebelum ulang tahunnya. Dalam perjalanan ini, ia bertemu Menara Kaif Jaendra, seorang teman yang memberikan harapan baru, meski hubungan ini memicu kecemburuan Anvaya. Isabella menghadapi semua konflik ini sambil berjuang melawan penyakit jantung bawaan,...