BERLIBUR KE RUMAH NENEK
Seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika liburan sekolah tiba aku dan keluargaku pergi ke kampung halaman.
Di kampung halaman, terdapat kebun hijau dengan pemandangan yang indah.
Di tahun ini, aku pun berlibur ke kampung halaman. Berharap bisa menikmati sajian alam yang memukau.
Namun sayang, saat sampai justru pemandangan yang tak diharapkan aku lihat bersama keluarga.
Kebun dengan hamparan tanaman hijau yang aku dambakan kini sebagian besarnya rusak parah.
“Akan dijadikan jalan tol,” sebut nenek ketika aku bertanya, apa yang terjadi dengan kebun di kampung ini.
Ya, pemerintah setempat akan membuat jalan tol dengan mengorbankan kebun indah di dekat rumah nenek.
Liburan tahun ini benar-benar di luar dugaan. Perasaan marah serta kecewa berkumpul jadi satu.
Meski nantinya jalan tol bermanfaat bagi orang banyak, tetap saja, mengorbankan kebun yang jadi resapan air dan memberi pemandangan indah bagiku tak sepadan.
Aurelia Kayla X-I7
Hasil analisis:
-Tema: konflik antara pembangunan dan pelestarian alam
-Alur: maju
-penokohan:
*tokoh utama(pecinta alam, reflektif)
*nenek(sumber fakta di cerita)
*keluarga(hanya sebutan umum)
-Latar:
*tempat: kampung halaman
*waktu: liburan sekolah
*suasana: penuh harapan & kebahagiaan
-sudut pandang: orang pertama "aku"
-pesan moral: tidak semua harapan terwujud sesuai dengan keinginan, namun penting untuk belajar menerima kenyataan dengan bijak.
Komentar
Posting Komentar