Rindu, Amarah, dan Penyesalan
Di sebuah Pondok Pesantren di daerah Banten, Rhea,
seorang gadis kelas X ini tampak sangat bersemangat hari ini. Karena, orang
tuanya akan berkunjung ke pondok. Ia sangat antusias menunggu Orangtuanya
datang. Raut wajahnya terlihat sangat senang. Ia tak sabar untuk segera bertemu
dengan orangtuanya, Rhea sangat merindukan mereka. Saat ini, ia sedang duduk di depan kamarnya
mennunggu matahari terbit sembari menikmati segelas susu hangat di tangannya.
Ada seorang gadis menghampiri Rhea, itu
adalah sahabatnya, Lea namanya.
“Hei, tumben sepagi ini kamu ada diluar, biasanya selalu
dikamar” ujar Lea.
“Hehe lagi pengen keluar aja nunggu matahari terbit”
jawab Rhea
“Kamu kelihatannya lagi seneng banget, ada apa?” tanya
Lea penasaran karena ia jarang melihat Rhea sesenang ini.
“Orangtuaku hari ini datang menjengukku setelah 3 bulan
lamanya” jawabnya bersemangat.
“oh ya? Orangtuaku pun hari ini datang menjengukku, nanti
kita tempat jenguknya sebelahan ya...” Ajak Lea antusias.
“Ayooo.... pokoknya kita nanti dijenguk barengan yaa” Jawab
Rhea tak kalah antusias.
“okee” Jawab Lea.
Lalu mereka pun lanjut mengobrol hingga mentari
menampakkan sinarnya.
Pukul 12 siang. Jam penjengukan sudah dibuka. Orangtua
Lea sudah sampai ke pondok dan Lea menyambut orangtuanya dengan antusias,
saling berpelukan utuk melepas rasa rindu yang tersimpan cukup lama. “Rhea, aku
duluan yaa” Ujar Lea kepada Rhea sebelum pergi ke tempat penjengukan. “Oke,
tunggu aku yaaa” Balas Rhea. Ia pergi ke kantin sembari menunggu orangtuanya
datang.
Pukul 2 siang, orangtuaya pun tak kunjung datang. Rhea
sudah mulai bosan menunggu. Tapi, ia berusaha tetap sabar menunggu orangtuanya
datang. 1 jam berlalu, tak ada tanda-tanda kedatangan orangtuanya kemari. Ih,
kok mereka belum datang ya? Monolog Rhea. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore,
sudah waktunya shalat ashar. Dengan wajah merengut Rhea kembali ke kamar untuk
bersiap siap shalat ashar di masjid.
Sepulangnya Rhea dari masjid, orangtuanya belum datang
juga. Ia merasa kesal juga sedih, mengira Orangtuanya lupa jika ingin
menjenguknya di pondok. Pukul 4 sore, Orangtua Rhea pun sampai di pondok.
Namun, alih-alih menyambut Orangtuanya dengan baik, Rhea marah marah kepada
Orangtuanya, “Kok kalian baru dateng sih? Aku kan udah nunggu daritadi” Ujarnya
kesal. “Maaf ya nak kami terlambat, tadi ada kendala diperjalanan, jadi kita
baru sampai sore” Jelas Orangtuanya. “ih tau lah” Jawab Rhea ketus. Lea yang
tempat jenguknya bersebelahan dengan Rhea melihat perlakuan Rhea yang tidak
sopan kepada Orangtuanya. “Aku harus menasehatinya nanti” Ujarnya dalam hati.
Sepulangnya mereka setelah dijenguk, Mereka bersiap siap
untuk shalat maghrib dan isya di masjid. Sepulang shalat Lea menghampiri Rhea, “Rhe,
kamu kenapa kok tadi kamu marah marah ke Oragtuamu?” Tanya Lea. “Aku kesal,
mereka lama banget datangnya. Aku kan jadi nunggu lama” Jawab Rhea ketus. “Jadi
karena itu kamu marah-marah ke Orangtuamu tadi sore? Kamu gak boleh seperti itu
ke orangtuamu” Ujar Lea kepada Rhea. “Tapi kan aku kesel udah nunggu lama”
Jawab Rhea ketus. “Walaupun kamu kesal tapi mereka tetap Orangtuamu. Mereka
jauh-jauh dari rumah kesini capek-capek cuma buat jenguk kamu yang ada di
pondok terus pas mereka sampai sini kamu malah marah marah ke mereka. Menurutmu
mereka sakit hati gak pas dengar perkataanmu itu? Mereka berharap kedatangan
mereka disambut antusias sama kamu tapi kamu malah marahin mereka karena dateng
telat.” Ujar Lea menasihati Rhea. Rhea yang mendengarnya hanya bisa menunduk
sambil merenungkan perbuatannya sore tadi kepada Oragtuanya. “Kamu benar Lea,
gak seharusnya aku kaya gitu ke Orangtuaku” Ujar Rhea penuh penyesalan. “”Besok kamu
telepon Orangtuamu ya, minta maaf karena udah tidak sopan kepada mereka” Saran
Lea. “Iya, besok aku akan minta maaf ke Orangtuaku” Jawabnya.
LATAR TEMPAT: Pondok, tempat penjengukan
LATAR WAKTU: Pagi, siang, sore, malam setelah shalat isya
TOKOH DAN PENOKOHAN:
- Rhea: tidak sabaran, emosian, tinggi ego (Antagonis)
- Lea: baik, penyabar, peduli sahabat (Protagonis)
- Orangtua Rhea:Penyabar (Protagonis)
AMANAT: Hargai orangtua yang sudah berusaha melakukan apapun untukmu, kesabaran, jaga emosi dan perilaku terhadap orangtua, belajarlah dari kesalahan, berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
UNSUR ENTRINSIK
NILAI NILAI KEHIDUPAN: Nilai moral, nilai etika, nilai kemanusiaan
CLARISSA PUTRI XI-7
Komentar
Posting Komentar