Langsung ke konten utama

Cerpen-Diva Rahmatika Alif

 

Kisah dalam Diam

Di sebuah desa kecil yang sunyi, ada dua sahabat yang telah berteman sejak kecil, Fara dan Iva. Meskipun berbeda sifat, keduanya selalu saling mengerti tanpa perlu banyak bicara. Fara adalah seorang gadis pendiam, sementara Iva lebih ceria dan terbuka. Namun, perbedaan itu justru menjadi kekuatan dalam persahabatan mereka, karena mereka saling melengkapi.Hari-hari mereka selalu diisi dengan kebersamaan yang sederhana. Mereka sering berjalan-jalan bersama, berbagi cerita, dan kadang hanya duduk bersama di bawah pohon besar di taman Desa, tanpa kata-kata. Kadang-kadang, mereka hanya menikmati sunyi, namun perasaan mereka selalu saling terhubung, seperti ada bahasa yang hanya bisa dimengerti oleh hati mereka.

Namun, seiring berjalannya waktu, ada perubahan yang datang secara perlahan. Iva mulai sibuk dengan kehidupan barunya, terlibat dalam berbagai kegiatan, dan mulai mengenal teman-teman baru. Sementara itu, Fara tetap dengan rutinitasnya yang sederhana. Ia merasa ada jarak yang semakin menganga antara mereka, meski di luar, mereka tetap bertemu seperti biasa.

Suatu hari, Fara merasa kesepian. Iva tampak semakin jauh, dan meskipun Fara berusaha untuk tidak menunjukkan perasaannya, dia merasa ada sesuatu yang hilang. Dalam diam, Fara merindukan waktu mereka bersama, yang dulu begitu penuh tawa dan cerita.

Pada suatu sore yang cerah, ketika matahari mulai tenggelam di balik horizon, Fara memutuskan untuk mengunjungi taman tempat mereka biasa duduk. Di sana, dia melihat Iva duduk sendiri di bawah pohon besar, seperti yang sering mereka lakukan. Dira tampak termenung, matanya tampak jauh, seakan memikirkan sesuatu yang berat. Fara mendekat perlahan, dan tanpa berkata-kata, duduk di samping Iva.

Mereka hanya diam, menikmati keheningan. Namun, dalam diam itu, Fara merasakan ada sesuatu yang berbeda. Dira akhirnya menatap Fara dengan mata yang penuh arti. “Aku rindu,” ucap Iva, suaranya hampir tak terdengar.

“Rindu apa?” tanya Fara, meskipun dia sudah tahu jawabannya.

“Rindu waktu kita berdua. Rasanya aku mulai kehilanganmu, Fara,” jawab Iva, matanya kini berkaca-kaca. “Aku sibuk, aku melupakan kita, aku melupakan kamu.”

Fara hanya tersenyum, meskipun hatinya terasa berat. “Tidak apa-apa, Iva. Kita tidak harus selalu bersama untuk tetap menjadi sahabat. Kadang, kita hanya butuh waktu untuk menyadari betapa berharganya orang di sekitar kita.”

Iva menggenggam tangan Fara erat. “Aku janji, kita akan lebih sering bertemu, lebih sering berbicara, bahkan dalam diam sekali pun.”

Mereka duduk bersama, tak perlu lagi banyak kata. Di antara mereka, ada kisah yang hanya bisa dimengerti oleh hati yang saling memahami. Tanpa banyak kata, persahabatan mereka tetap abadi, seperti pohon besar yang berdiri kokoh di taman itu, saksi bisu dari segala cerita yang pernah mereka bagi, dalam diam.


Amanat Cerpen: Kadang-kadang, dalam persahabatan, kata-kata tidak selalu diperlukan. Perasaan dan pemahaman satu sama lain bisa berbicara lebih banyak. Persahabatan yang sejati tidak selalu tentang seringnya bertemu, tetapi tentang saling mendukung dan memahami, meskipun dalam diam.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi buku - Nayla Salsabila

  Berubahnya peraturan  Judul: I'm not stupid  Penulis: Khusnul Art Penerbit: Coconut Tahun terbit: 2024 (cetakan pertama) I'm not stupid merupakan sebuah novel anak sekolah yang ditulis oleh Khusnul Art dan diterbitkan pada tahun 2024. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan siswa sekolah oada tahun 2008. Sekolahnya bernama Magnesiam High School atau disingkat menjadi MHS. Novel ini menggambarkan secara rinci perjuangan 8 murid yang ingin merubah peraturan MHS. Karna mereka merasa sangat aneh dan ganjil dengan 8 peraturan yang ada di MHS.  Keunggulan dari novel ini mengajarkan kita agar mendengarkan pendapat orang lain. Dinovel ini kalian akan merasakan ketegangan dan sedih karna akan ada momen kehilangan untuk selamanya. Perjalanan mereka melewati rintangan yang amat berat. Kelemahan novel ini adalah, apabila orang yang membaca mudah percaya, maka ia akan terpengaruh dengan rumus karangan yang tidak masuk akal sama sekali. Juga banyak penyebar aib teman sendiri.

Resensi Novel - Fina Zakiyatun

  Judul: Mahajana Penulis: Gigrey Penerbit: Gramedia pustaka utama  Tahun Terbit: 2020 Tebal: 456 halaman Genre: Drama Sosial, Budaya Sinopsis: Novel Mahajana karya Gigrey membawa pembaca menyelami kehidupan masyarakat adat dengan segala keunikan dan konflik yang menyertainya. Cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman. Di dalamnya, ada kisah perjuangan mempertahankan nilai-nilai adat, dinamika keluarga, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama dalam cerita ini bergulat dengan dilema antara mempertahankan tradisi leluhur atau mengikuti perkembangan modern. Konflik ini tidak hanya personal tetapi juga melibatkan masyarakat luas, menjadikan Mahajana sebagai cerita yang relevan dalam menggambarkan kondisi sosial-budaya di berbagai daerah Indonesia. Kelebihan: 1. Penggambaran Budaya yang Kuat: Gigrey berhasil membawa pembaca masuk ke dalam nuansa kehidupan masyarakat adat dengan d...