Langsung ke konten utama

Cerpen - Fina Zakiyatun

 Rekreasi Keluarga ke Jatim park 1


Pada suatu Sabtu pagi yang cerah, keluarga Andi bersiap-siap untuk pergi berlibur. Setelah beberapa minggu disibukkan dengan rutinitas sehari-hari, mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama di Jatimpark 1, sebuah taman rekreasi yang terkenal di Malang. Andi, sang ayah, memimpin perjalanan dengan mobil, sementara istrinya, Siti, duduk di sampingnya, dan kedua anak mereka, Dira dan Bayu, duduk di kursi belakang, penuh semangat.


“Pasti seru nih, Pak. Aku sudah lama banget ingin ke sana,” kata Dira, si sulung yang berusia 10 tahun, sambil menggoyang-goyangkan kakinya.


“Iya, kita akan lihat banyak wahana seru,” jawab Andi sambil tersenyum. “Jangan lupa, kita juga akan belajar banyak hal tentang sains di sana.”


Setibanya di Jatimpark 1, mereka langsung disambut dengan suasana yang ramai. Pengunjung dari berbagai daerah tampak antusias. Setelah membeli tiket, mereka mulai menjelajah taman. Mereka mengunjungi berbagai wahana yang menarik, dimulai dari wahana permainan yang menguji adrenalin, seperti roller coaster, hingga wahana edukasi yang memperkenalkan berbagai penemuan ilmiah dan teknologi.


Dira dan Bayu tampak kegirangan saat menaiki komidi putar dan mobil-mobilan kecil. “Aku mau naik yang lebih tinggi lagi!” teriak Bayu, si bungsu yang berusia 6 tahun, sambil menunjuk ke arah wahana yang lebih menantang.


“Kalau Bayu berani, Dira juga harus coba!” ujar Dira dengan bersemangat, mengajak adiknya untuk mencoba wahana lebih seru.


Setelah puas bermain, mereka menuju area edukasi. Di sana, Andi dan Siti menjelaskan kepada anak-anak tentang berbagai penemuan ilmiah yang dipamerkan, seperti mesin uap dan model pesawat terbang. Andi yang memang seorang insinyur, menyambut kesempatan ini untuk berbagi pengetahuan tentang teknologi kepada anak-anak.


“Lihat, ini adalah model mesin uap pertama yang digunakan untuk menggerakkan kereta api,” kata Andi sambil menunjukkan benda yang dipajang. “Kalau tidak ada penemuan ini, kita mungkin tidak bisa bepergian sejauh ini menggunakan kereta.”


Dira dan Bayu mendengarkan dengan antusias, meskipun mereka masih senang bermain. Setelah berkeliling, mereka akhirnya beristirahat di salah satu gazebo taman, menikmati es krim sambil menikmati pemandangan sekitar yang asri.


Saat matahari mulai terbenam, mereka memutuskan untuk pulang. Wajah-wajah mereka ceria, penuh kenangan indah dari hari yang menyenangkan. “Besok kita ke Jatimpark 2, ya, Pak?” tanya Bayu dengan penuh harap.


Andi tertawa, “Kita pikir-pikir dulu, ya. Tapi hari ini sudah sangat seru, kan?”



---


Analisis Unsur Intrinsik:


1. Tema: Tema cerita ini adalah rekreasi keluarga dan pentingnya waktu bersama. Cerita menggambarkan sebuah perjalanan rekreasi keluarga yang menyenangkan dan penuh pembelajaran, di mana mereka saling berbagi kebahagiaan dan pengetahuan.



2. Alur: Alur cerita ini mengikuti alur maju, dimulai dengan persiapan keluarga Andi untuk berlibur, perjalanan menuju Jatimpark 1, aktivitas di taman rekreasi, hingga akhirnya mereka pulang setelah menikmati hari yang penuh keseruan. Alur ini sederhana, namun menggambarkan kehangatan dan kebersamaan keluarga.



3. Penokohan:


Andi digambarkan sebagai ayah yang peduli dan penuh perhatian, memberi penjelasan kepada anak-anak tentang penemuan ilmiah.


Siti, sang ibu, berperan sebagai pendamping yang mendukung kegiatan keluarga dengan sabar.


Dira dan Bayu mewakili dua karakter anak yang aktif dan penuh semangat, dengan Dira yang lebih berani dan Bayu yang selalu ingin mencoba hal baru.




4. Latar: Latar cerita berlangsung di Jatimpark 1, sebuah taman rekreasi di Malang, yang menyediakan berbagai wahana hiburan dan area edukasi. Latar tempat ini mendukung tema cerita yang mengangkat kegiatan rekreasi keluarga dan pembelajaran.



5. Amanat: Cerita ini mengajarkan pentingnya menghabiskan waktu bersama keluarga, menikmati kebersamaan, dan sekaligus belajar dari lingkungan sekitar. Jatimpark 1 menjadi tempat yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang memperkaya pengetahuan keluarga.



6. Gaya Bahasa: Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita ini sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk menggambarkan suasana ceria dalam rekreasi keluarga. Dialog antar karakter terasa natural dan menggambarkan kedekatan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi Buku - Fara Salma

  Rahasia Tentang Anak Tengah Judul : Iyan Bukan Anak Tengah Penulis :Armaraher Penerbit : Skuad Tahun: 2023 Tebal: 292 halaman ISBN: 978-633-09-1845-2   Sinopsis Riyan selalu berharap berada di tengah-tengah keluarganya yang hangat, dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana yang Abang dan Adiknya rasakan, tetapi bukan semata-mata kehadirannya ada hanya karena dibutuhkan saja. Di usianya yang baru menginjak remaja, seharusnya Riyan bisa menghabiskan waktu untuk menemukan hal baru di hidupnya, bukan merasakan beban dan luka yang membuatnya berhenti di titik itu dan tidak membiarkannya tumbuh menjadi remaja normal seusianya. Riyan hanya ingin diperlakukan adil, disayangi sebagaimana mestinya, bukan dicampakkan dan dijadikan sebagai prioritas terakhir oleh orang tuanya. Kelebihan Novel ini mampu mebawa pembacanya ikut merasakan apa yang Iyan rasakan sebagai anak tengah. Penulis juga menyentuhkan isu isu tentang orangtua dalam memberi keadilan dalam anak...

Resensi Novel - Fina Zakiyatun

  Judul: Mahajana Penulis: Gigrey Penerbit: Gramedia pustaka utama  Tahun Terbit: 2020 Tebal: 456 halaman Genre: Drama Sosial, Budaya Sinopsis: Novel Mahajana karya Gigrey membawa pembaca menyelami kehidupan masyarakat adat dengan segala keunikan dan konflik yang menyertainya. Cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman. Di dalamnya, ada kisah perjuangan mempertahankan nilai-nilai adat, dinamika keluarga, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama dalam cerita ini bergulat dengan dilema antara mempertahankan tradisi leluhur atau mengikuti perkembangan modern. Konflik ini tidak hanya personal tetapi juga melibatkan masyarakat luas, menjadikan Mahajana sebagai cerita yang relevan dalam menggambarkan kondisi sosial-budaya di berbagai daerah Indonesia. Kelebihan: 1. Penggambaran Budaya yang Kuat: Gigrey berhasil membawa pembaca masuk ke dalam nuansa kehidupan masyarakat adat dengan d...