Langsung ke konten utama

Cerpen- M. Sahrus

 

Perjuangan membeli handphone 

Namaku MSS , seorang siswa kelas 11 yang punya mimpi sederhana: handphone. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi karena aku suka fotografi, dan ponsel itu punya kamera yang canggih.

“dek, emang kuat nabung? Harganya kan belasan juta!” sindir kakakku, saat aku mengutarakan

niatku.

Aku hanya tersenyum. “Kuat, kok! Asal aku disiplin, pasti bisa.” Sejak itu, aku mulai menabung. Setiap uang saku yang diberi orangtuaku, kupotong separuh

untuk dimasukkan ke dalam celengan plastik berbentuk ayam. Selain itu, aku juga mulai mencari

uang tambahan dengan ikut tahlilan dan hajatan/undangan bersama ayah Dua bulan pertama berjalan lancar. Setiap malam aku menghitung uangku sambil mencatatnya

di buku kecil. Tabunganku semakin mendekati setengah harga handphone

Namun, di bulan ketiga, masalah muncul. Hari itu, aku membawa uang Rp300.000 untuk disetorkan ke rekening tabunganku setelah

pulang sekolah. Tapi saat aku membuka tas untuk mengambilnya, uang itu hilang. Aku panik.

“Mungkin jatuh?”Aku langsung memeriksa laci meja di kamar,dan ruang tamu, ketika aku minum air tadi, tapi hasilnya nihil. Uang itu hilang begitu saja.(hilang di kamar)

Malam harinya, aku merasa gagal. Perjuanganku selama berminggu-minggu seolah sia-sia. Aku

sempat ingin menyerah, tapi saat melihat celengan ayam di atas meja, aku teringat mimpiku.

“Kalau aku berhenti sekarang, semua usahaku benar-benar akan sia-sia,” pikirku. Esoknya, aku kembali bersemangat. Aku mencari cara agar bisa menutupi kekurangan dengan

sholat tahajud dan membaca waqiah setiap habis subuhB

Bulan demi bulan berlalu. Aku belajar lebih hemat. Jajan di kantin? Aku jarang jajan di kantin.

Semua itu kulakukan demi handphone

Hingga akhirnya, setelah enam bulan penuh perjuangan, aku berhasil mengumpulkan cukup

uang. Setelah itu saya mampir ke PS STORE malang untuk membeli handphone yang aku

inginkan. Saat ponsel itu ada di tanganku, aku hampir tidak percaya. Aku menatap ponsel itu dengan hati penuh rasa syukur. Bukan hanya karena aku berhasil

memilikinya, tapi karena aku belajar bahwa mimpi memang butuh perjuangan. Dan meski

rintangannya berat, hasilnya akan selalu sepadan. pikirku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi Novel - Fina Zakiyatun

  Judul: Mahajana Penulis: Gigrey Penerbit: Gramedia pustaka utama  Tahun Terbit: 2020 Tebal: 456 halaman Genre: Drama Sosial, Budaya Sinopsis: Novel Mahajana karya Gigrey membawa pembaca menyelami kehidupan masyarakat adat dengan segala keunikan dan konflik yang menyertainya. Cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman. Di dalamnya, ada kisah perjuangan mempertahankan nilai-nilai adat, dinamika keluarga, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama dalam cerita ini bergulat dengan dilema antara mempertahankan tradisi leluhur atau mengikuti perkembangan modern. Konflik ini tidak hanya personal tetapi juga melibatkan masyarakat luas, menjadikan Mahajana sebagai cerita yang relevan dalam menggambarkan kondisi sosial-budaya di berbagai daerah Indonesia. Kelebihan: 1. Penggambaran Budaya yang Kuat: Gigrey berhasil membawa pembaca masuk ke dalam nuansa kehidupan masyarakat adat dengan d...

Naskah drama- Diva Rahmatika, Fara Salma, Septia Putri, M. Haiden, Naysila Firda, Riska Syafa

Judul : Dibalik Sebuah Pertemanan. Tokoh dan penokohan : 1.        Diva (Siswa yang banyak menuduh temannya) 2.        Fara (Siswa yang menjadi ketua kelas dan penengah) 3.        Septi (Siswa yang mudah marah) 4.        Haiden (Siswa yang berani untuk mengambil uang kas) 5.        Sila (Siswa yang rajin) 6.        Riska (Bendahara kelas yang bertanggung jawab)   PROLOG : Septi, Sila, Riska, Fara, Diva, Haiden adalah teman satu kelas. Riska sebagai bendahara, Fara sebagai ketua kelas.   Latar : Kelas (Pagi hari di kelas dengan cahaya yang cerah, lagu yang semangat mengalun saat Septi berjalan memasuki kelas)   Septi : Halo guys, selamat pagi. (melambaikan tangan) Riska, Fara, Sila, Diva : Halo (Sahut bersama) Sila : Tumben jam setengah 7 udah sampe sekolah? Septi ...