MIMPI
Matahari mulai menampakkan dirinya. Cahayanya menembus tirai kamar seorang gadis, membuatnya terpaksa untuk membuka mata. Dia duduk dengan mata masih tertutup, lalu berjalan menuju kamar madi. Setelah mandi, ia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dan tidak lupa membersihkan kamarnya agar senantiasa bersih dan tidak ada tikus. Setelah semuanya beres, ia menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan menggendong tas di bahunya.
“Ma. Mama?” gadis itu berteriak-teriak memanggil mamanya. Namun, hasilnya nihil, mamanya tetap tidak ada di sekitarnya. Ia akhirnya menyerah dan sarapan sendiri. Tapi, saat ia mengambil selai di meja, di bawahnya terdapat surat yang membuatnya bingung.
Ya, nama gadis itu adalah Tika. Cantika Farah Queen. Tika membaca pesan itu dengan alis bertaut. Lalu bertanya-tanya dalam benaknya, apa maksud dari surat ini?
Akhirnya ia memutuskan untuk berangkat sekolah karna jam sudah menunjukkan pukul 06:15. Karna jarak rumah Tika dengan sekolah lumayan jauh, maka Tika mengendarai mobi untuk segera sampai di sekolah.
Setelah memarkirkan mobilnya, Tika memasuki gerbang. Ia berniat ke kantin terlebih dahulu untuk membeli air mineral, karna ia lupa membawa air dari rumah. Sat perjalanan menuju kantin, ia bertemu dengan sahabatnya. Namanya Fika. Tika langsung menghampiri Fika, dan mengajak Fika untuk menemaninya ke kantin. Tapi Fika menolaknya, dengan berdalih bahwa dia sakit perut. Tika pun hanya bias mengiyakan ucapan Fika, karna memang Fika suka makan makanan pedas. Setelah membeli air air mineral, Tika berjalan menuju kelasnya yang terletak di lantai 2 di gedung IPA. Tepatnya kelas XI IPA 2.
Saat Tika memasuki kelasnya, ia sedikit tidak nyaman dengan tatapan-tatapan intimidasi dari teman-temannya. Tika memberanikan diri menatap temannya satu persatu. Tika mulai merasakan hal aneh, karna seisi kelas menatapnya dengan tatapan datar, kosong, dan yang lebih seramnya adalah, semua orang dikelas ini pucat sekali seperti mayat hidup. Dengan perasaan takut-takut Tika berjalan menuju tempat duduknya yang terletak di tengah. Dalam hati, Tika bertanya-tanya, ada apa denga teman-temannya ini. Saat bel pelajaran dimulai, Fika masuk kelas dengan napas terengah-engah seperti orang yang di kejar hantu. Saat Fika sudah duduk di kursi samping Tika, ia pun langsung melipat tangannya dan membenamkan wajahnya di lipatan tangannya.
“Fik, kamu kenapa? Kok kayak orang ketakutan gitu?” Tanya Tika dengan pelan.
Respon Fika hanya menggelengkan kepalanya.
“Aku merasa ada yang aneh sama orang-orang dikelas ini.” Tika memulai topic pembicaraan.
“Gak Cuma orang-orang dikelas, tapi satu sekolah!” jawab Fika dengan tegas.
Mendengar jawaban Fika membuat Tika terkejut.
“Maksud kamu apa?” Tanya Tika dengan takut-takut.
“Semua orang di sekolah berubah! Mereka kayak mayat hidup!”
“Ada apa sebenarnya, Fik?” Tika sudah mulai frustasi.
“Gak tau, dari pagi aku udah ngalamin hal aneh”
“hal aneh?”
“iya, orangtuaku tiba-tiba hilang dan ninggalin surat di pintu kulkas pas aku mau minum. Isi surat itu bilang kalau aku harus cari jalan keluar.”
Tika terkejut mendengarnya. Karena ia juga mengalami hal tersebut.
“Aku juga, Fik. Surat itu ada di bawah toples selai. Isi pesannya juga sama.” Jawab Tika.
“Dan ada satu surat lagi, isinya kita harus bisa bangun dari mimpi buruk ini.”
“Maksud kamu, ini mimpi?” tanya Tika spontan.
“Iya, aku rasa ini mimpi, Tik.” Jawab Fika apa adanya.
“Terus gimana cara kita bangun? Ini aja kayak nyata.”
“Aku pernah baca buku, cara agar kita bangun dari mimpi yang kerasa nyata.”
“Gimana?” tanya Tika penasaran.
“kita harus ngelakuin sesuatu biar kita kaget dan kita bakal bangun.” Jawab Fika dengan suara mantap.
“Contohnya?”
“Kayak kita tabrakin mobil. Mungkin itu bisa bikin bangun dari mimpi ini.”
“Kalau gitu ayo kita cepet keluar dari sekolah horor ini!” Ajak Tika dengan menarik Fika agar cepat terlaksana.
Sesampainya di dalam mobil, Tika langsung menyalakan mobil lalu memundurkannya dan langsung gas penuh agar mobil menghantam dengan keras pembatas parkiran.
Gelap, Tika langsung terbangun dengan posisi duduk dan napas yang terengah-engah. Orangtua Tika yang berada di samping ranjang langsung memeluk Tika dengan erat. Tika sangat bingung dengan apa yang terjadi. Akhirnya mamanya menjelaskan bahwa Tika baru sadar dari komanya setelah satu minggu tertidur pulas. Tika menjadi bingung dengan apa yang terjadi. Ini mimpi atau nyata. Tika tidak mampu untuk mengucapkan satu kata pun, karna dia sangat terkejut. Begitupun yang terjadi dengan Fika, yang kamarnya bersebelahan dengan Tika. Dengan otak penuh tanda tanya, ini nyata atau mimpi?
Unsur Intrinsik → tema: misteri
Alur: campuran
Latar → tempat: sekolah, rumah, kamar, rumah sakit, kelas
Waktu: pagi
Suasana: mencekam, membingungkan
Tokoh → Tika: protagonis
Fika: protagonis
Sudut pandang → orang ketiga
Amanat → sebelum tidur sebaiknya baca doa agar senantiasa dijaga dan dilindungi oleh Allah SWT.

Komentar
Posting Komentar