Langsung ke konten utama

Cerpen - Nayla Salsabila

 MIMPI

   Matahari mulai menampakkan dirinya. Cahayanya menembus tirai kamar seorang gadis, membuatnya terpaksa untuk membuka mata. Dia duduk dengan mata masih tertutup, lalu berjalan menuju kamar madi. Setelah mandi, ia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dan tidak lupa membersihkan kamarnya agar senantiasa bersih dan tidak ada tikus. Setelah semuanya beres, ia menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan menggendong tas di bahunya.

  “Ma. Mama?” gadis itu berteriak-teriak memanggil mamanya. Namun, hasilnya nihil, mamanya tetap tidak ada di sekitarnya. Ia akhirnya menyerah dan sarapan sendiri. Tapi, saat ia mengambil selai di meja, di bawahnya terdapat surat yang membuatnya bingung.



     Ya, nama gadis itu adalah Tika. Cantika Farah Queen. Tika membaca pesan itu dengan alis bertaut. Lalu bertanya-tanya dalam benaknya, apa maksud dari surat ini?

     Akhirnya ia memutuskan untuk berangkat sekolah karna jam sudah menunjukkan pukul 06:15. Karna jarak rumah Tika dengan sekolah lumayan jauh, maka Tika mengendarai mobi untuk segera sampai di sekolah.

     Setelah memarkirkan mobilnya, Tika memasuki gerbang. Ia berniat ke kantin terlebih dahulu untuk membeli air mineral, karna ia lupa membawa air dari rumah. Sat perjalanan menuju kantin, ia bertemu dengan sahabatnya. Namanya Fika. Tika langsung menghampiri Fika, dan mengajak Fika untuk menemaninya ke kantin. Tapi Fika menolaknya, dengan berdalih bahwa dia sakit perut. Tika pun hanya bias mengiyakan ucapan Fika, karna memang Fika suka makan makanan pedas. Setelah membeli air air mineral, Tika berjalan menuju kelasnya yang terletak di lantai 2 di gedung IPA. Tepatnya kelas XI IPA 2.

     Saat Tika memasuki kelasnya, ia sedikit tidak nyaman dengan tatapan-tatapan intimidasi dari teman-temannya. Tika memberanikan diri menatap temannya satu persatu. Tika mulai merasakan hal aneh, karna seisi kelas menatapnya dengan tatapan datar, kosong, dan yang lebih seramnya adalah, semua orang dikelas ini pucat sekali seperti mayat hidup. Dengan perasaan takut-takut Tika berjalan menuju tempat duduknya yang terletak di tengah. Dalam hati, Tika bertanya-tanya, ada apa denga teman-temannya ini. Saat bel pelajaran dimulai, Fika masuk kelas dengan napas terengah-engah seperti orang yang di kejar hantu. Saat Fika sudah duduk di kursi samping Tika, ia pun langsung melipat tangannya dan membenamkan wajahnya di lipatan tangannya.

      “Fik, kamu kenapa? Kok kayak orang ketakutan gitu?” Tanya Tika dengan pelan.

Respon Fika hanya menggelengkan kepalanya.

    “Aku merasa ada yang aneh sama orang-orang dikelas ini.” Tika memulai topic pembicaraan.

   “Gak Cuma orang-orang dikelas, tapi satu sekolah!” jawab Fika dengan tegas.

   Mendengar jawaban Fika membuat Tika terkejut.

   “Maksud kamu apa?” Tanya Tika dengan takut-takut.

“Semua orang di sekolah berubah! Mereka kayak mayat hidup!”

“Ada apa sebenarnya, Fik?” Tika sudah mulai frustasi.

“Gak tau, dari pagi aku udah ngalamin hal aneh”

“hal aneh?”

“iya, orangtuaku tiba-tiba hilang dan ninggalin surat di pintu kulkas pas aku mau minum. Isi surat itu bilang kalau aku harus cari jalan keluar.”

Tika terkejut mendengarnya. Karena ia juga mengalami hal tersebut.

“Aku juga, Fik. Surat itu ada di bawah toples selai. Isi pesannya juga sama.” Jawab Tika.

“Dan ada satu surat lagi, isinya kita harus bisa bangun dari mimpi buruk ini.”

“Maksud kamu, ini mimpi?” tanya Tika spontan.

“Iya, aku rasa ini mimpi, Tik.” Jawab Fika apa adanya.

“Terus gimana cara kita bangun? Ini aja kayak nyata.”

“Aku pernah baca buku, cara agar kita bangun dari mimpi yang kerasa nyata.”

“Gimana?” tanya Tika penasaran.

“kita harus ngelakuin sesuatu biar kita kaget dan kita bakal bangun.” Jawab Fika dengan suara mantap.

“Contohnya?”

“Kayak kita tabrakin mobil. Mungkin itu bisa bikin bangun dari mimpi ini.”

“Kalau gitu ayo kita cepet keluar dari sekolah horor ini!” Ajak Tika dengan menarik Fika agar cepat terlaksana.

Sesampainya di dalam mobil, Tika langsung menyalakan mobil lalu memundurkannya dan langsung gas penuh agar mobil menghantam dengan keras pembatas parkiran.

Gelap, Tika langsung terbangun dengan posisi duduk dan napas yang terengah-engah. Orangtua Tika yang berada di samping ranjang langsung memeluk Tika dengan erat. Tika sangat bingung dengan apa yang terjadi. Akhirnya mamanya menjelaskan bahwa Tika baru sadar dari komanya setelah satu minggu tertidur pulas. Tika menjadi bingung dengan apa yang terjadi. Ini mimpi atau nyata. Tika tidak mampu untuk mengucapkan satu kata pun, karna dia sangat terkejut. Begitupun yang terjadi dengan Fika, yang kamarnya bersebelahan dengan Tika. Dengan otak penuh tanda tanya, ini nyata atau mimpi?

Unsur Intrinsik → tema: misteri

Alur: campuran

Latar → tempat: sekolah, rumah, kamar, rumah sakit, kelas

Waktu: pagi

Suasana: mencekam, membingungkan

Tokoh → Tika: protagonis

 Fika: protagonis

Sudut pandang → orang ketiga

Amanat → sebelum tidur sebaiknya baca doa agar senantiasa dijaga dan dilindungi oleh Allah SWT.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi Buku - Fara Salma

  Rahasia Tentang Anak Tengah Judul : Iyan Bukan Anak Tengah Penulis :Armaraher Penerbit : Skuad Tahun: 2023 Tebal: 292 halaman ISBN: 978-633-09-1845-2   Sinopsis Riyan selalu berharap berada di tengah-tengah keluarganya yang hangat, dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana yang Abang dan Adiknya rasakan, tetapi bukan semata-mata kehadirannya ada hanya karena dibutuhkan saja. Di usianya yang baru menginjak remaja, seharusnya Riyan bisa menghabiskan waktu untuk menemukan hal baru di hidupnya, bukan merasakan beban dan luka yang membuatnya berhenti di titik itu dan tidak membiarkannya tumbuh menjadi remaja normal seusianya. Riyan hanya ingin diperlakukan adil, disayangi sebagaimana mestinya, bukan dicampakkan dan dijadikan sebagai prioritas terakhir oleh orang tuanya. Kelebihan Novel ini mampu mebawa pembacanya ikut merasakan apa yang Iyan rasakan sebagai anak tengah. Penulis juga menyentuhkan isu isu tentang orangtua dalam memberi keadilan dalam anak...

Resensi Novel - Fina Zakiyatun

  Judul: Mahajana Penulis: Gigrey Penerbit: Gramedia pustaka utama  Tahun Terbit: 2020 Tebal: 456 halaman Genre: Drama Sosial, Budaya Sinopsis: Novel Mahajana karya Gigrey membawa pembaca menyelami kehidupan masyarakat adat dengan segala keunikan dan konflik yang menyertainya. Cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman. Di dalamnya, ada kisah perjuangan mempertahankan nilai-nilai adat, dinamika keluarga, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama dalam cerita ini bergulat dengan dilema antara mempertahankan tradisi leluhur atau mengikuti perkembangan modern. Konflik ini tidak hanya personal tetapi juga melibatkan masyarakat luas, menjadikan Mahajana sebagai cerita yang relevan dalam menggambarkan kondisi sosial-budaya di berbagai daerah Indonesia. Kelebihan: 1. Penggambaran Budaya yang Kuat: Gigrey berhasil membawa pembaca masuk ke dalam nuansa kehidupan masyarakat adat dengan d...