Langsung ke konten utama

Cerpen - Ramadhaninta Setyo


 Be Careful 

Libur semester telah tiba, aku dan ke-4 sepupuku berencana untuk pergi ke salah satu mall yang ada di kota kami. Tentunya kami pergi bersama orangtua kami, kan tidak mungkin jika anak SD pergi sendirian ke mall tanpa pengawasan orang dewasa.

Kami pergi pada malam hari minggu atau yang biasa disebut dengan malming. 

Di perjalanan kita tak henti-hentinya bergurau, ada saja ucapan atau tindakan yang mengocok perut. Cukuplah untuk menghibur di perjalanan yang lumayan panjang ini. 

Setelah kurang lebih 25 menit perjalanan akhirnya kita sampai juga di mall. Mall ini terbilang cukup besar karena bangunannya yang luas dan terdiri dari 4 lantai. Tanpa berlama-lama lagi aku dan ke-4 sepupuku langsung menuju ke lantai 4, yaitu lantai paling atas. Di lantai empat tersebut terdapat playground yang cukup besar dan ada banyak jenis permainan, mulai dari perosotan, trampolin, rumah balon dan masih banyak lagi. 

“Ayo, udah hampir sampai” ucap sepupuku yang bernama Aika dengan riang. Sontak aku, Aika, Cici, Kella dan Asha berlari ke arah pintu masuk playground.  

“Hey, jangan lari nanti jatuh!” tante Mira yang merupakan ibunda dari Aika memperingatkan kami, tapi mana mau kami menurut, kami tetap saja berlari sampai pintu masuk.

“Oke, jangan kemana-mana loh ya, tetap disini sampai kami datang,” Ucap om Tobi.

“Emang kalian mau kemana?” tanya Cici.

“Kami mau membeli sesuatu dulu, nanti kita jemput ya kalau sudah selesai belanja.”

“Siap, bos” ucap kami serempak.

Setelah orangtua kami pergi, tanpa babibu kami langsung tenggelam ke dalam permainan masing-masing. Aku berpindah-pindah dari trampolin, mandi bola dan kemudian perosotan, saat aku ingin bermain perosotan Kella datang dengan membawa bola yang cukup besar, Kella juga ingin bermain perosotan. Kami meluncur secara bersamaan, namun tanpa diduga bola yang Kella bawa menghalangi lajur perosotan yang membuat Kella terpental dan terbentur tiang yang ada di dekat ujung perosotan. 

Aku dan sepupuku yang lain buru-buru menghampirinya dan ketika dia berbalik kami semua terkejut karena dia mimisan! Aduh.. seketika kami panik dan untungnya ada petugas playground yang menghampiri kami. Petugas tersebut menyuruh Kella untuk duduk dan segera mengambilkan tisu untuk membersihkan darah yang mengalir dari hidung kella. Tidak hanya mengambilkan tisu, petugas itu juga membawakan Kella air minum. 

Akhirnya hidung Kella berhenti mengeluarkan darah, kami semua bernapas dengan lega. Petugas yang membantu kami tadi segera memanggil orangtua kami dengan mic yang tersambung keseluruh pengeras suara yang ada di mall. Namun, sampai 4 kali panggilan orangtua kami tak kunjung tiba. Kata petugas itu mungkin orangtua kami berada di basement yang mana tidak ada pengeras suaranya. Jadi kami menunggu sekitar 10 menit barulah orangtua kami datang. 

Kami menceritakan kejadian tersebut dibantu dengan petugas yang menolong kami tadi, lalu kami pergi dan tak lupa untuk berterimakasih pada petugas yang sudah membantu kami tadi. Lalu, kami turun ke lantai tiga untuk makan di food court yang ada di sana dan akhirnya pulang.



ANALISIS CERPEN 


→TEMA

Kecerobohan, kelalaian


→TOKOH & PENOKOHAN

•Aku: Riang, Bandel

•Cici: Riang, Lucu

•Aika: Riang, Bandel

•Kella: Riang, ceroboh, bandel

•Asha: Riang, bandel 

•Orangtua: galak, baik, lalai

•Petugas playground: Baik, suka menolong


→ALUR

Maju


→LATAR

•Latar tempat

Playground 

Mall

•latar waktu

Malam hari minggu

•latar suasana

Riang

Tegang

 

→SUDUT PANDANG 

Org pertama 


→AMANAT

Berhati-hatilah dimanapun kamu berada sebab musibah tidak ada di kalender, berhati-hati saat bermain, awasi anak saat sedang bermain.


→UNSUR EKSTRINSIK 

Nilai moral


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Nayla Salsabila

  Berubahnya peraturan  Judul: I'm not stupid  Penulis: Khusnul Art Penerbit: Coconut Tahun terbit: 2024 (cetakan pertama) I'm not stupid merupakan sebuah novel anak sekolah yang ditulis oleh Khusnul Art dan diterbitkan pada tahun 2024. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan siswa sekolah oada tahun 2008. Sekolahnya bernama Magnesiam High School atau disingkat menjadi MHS. Novel ini menggambarkan secara rinci perjuangan 8 murid yang ingin merubah peraturan MHS. Karna mereka merasa sangat aneh dan ganjil dengan 8 peraturan yang ada di MHS.  Keunggulan dari novel ini mengajarkan kita agar mendengarkan pendapat orang lain. Dinovel ini kalian akan merasakan ketegangan dan sedih karna akan ada momen kehilangan untuk selamanya. Perjalanan mereka melewati rintangan yang amat berat. Kelemahan novel ini adalah, apabila orang yang membaca mudah percaya, maka ia akan terpengaruh dengan rumus karangan yang tidak masuk akal sama sekali. Juga banyak penyebar aib teman sendiri.

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi buku - Septia Fitri

  “14 Hari yang Mengubah Hidup: Perjalanan Emosional Bersama Isabella” Judul: 14 Days Isabella Penulis: Caramel Penerbit: Platform independen (cerita ini awalnya diadaptasi dari Alternate Universe) Genre: Drama, Fiksi Remaja Novel ini menceritakan perjuangan Isabella Seva Amorita, seorang gadis berusia 16 tahun, untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarganya yang selama ini membencinya. Ayahnya, Angga, menyalahkannya atas kematian ibunya saat melahirkan, dan kedua kakaknya, Gara dan Bara, juga memperlakukan Isabella dengan dingin. Hidupnya semakin sulit dengan kehadiran Anvaya, saudara tirinya, yang sering merundungnya. Meski dikelilingi oleh kebencian, Isabella tetap berusaha mendapatkan cinta dari keluarganya dalam waktu 14 hari sebelum ulang tahunnya. Dalam perjalanan ini, ia bertemu Menara Kaif Jaendra, seorang teman yang memberikan harapan baru, meski hubungan ini memicu kecemburuan Anvaya. Isabella menghadapi semua konflik ini sambil berjuang melawan penyakit jantung bawaan,...