Langsung ke konten utama

Cerpen - Renata Aulivia


 SATU JANJI, SERIBU KENANGAN

Penulis: Renata Aulivia XI-7

Di sebuah kota, terdapat tiga sahabat karib, Rani, Disa, dan Fira,. Mereka telah bersahabat sejak mereka masih SMP, berbagi tawa dan air mata serta mereka selalu bersama-sama. Meskipun rumah mereka berjauhan, tetapi jika mereka dapat waktu luang mereka akan bertemu dan menikmati hari bersama dengan bahagia.

Rani adalah gadis yang ceria, dan dia juga sosok yang tenang. Disa adalah gadis yang penuh semangat dan sedikit keras kepala dan Disa dia adalah anak pindahan dari Kalimantan, dia pindah kesini karena orangtuanya dapat pekerjaan disini. Fira adalah gadis yang bijaksana dan dia juga penuh semangat. Meskipun karakternya berbeda, persahabatan mereka sangat kuat. 

Suatu hari, Disa mengajak Rani dan Fira untuk berjalan-jalan dan bermain bersama karena pada hari itu tepat pada hari libur sekolah. “Teman-teman, mumpung hari ini hari libur ayo kita bermain di luar, gimana?” Tanya Disa dengan mengirimkannya pesan. “Boleh tuh, ayo kapan nih?” kata Fira. “Ayo, mau main dimana emangnya?” tak lupa Rani juga ikut bergabung. “Ayo kita bermain wahana yang seru-seru di dekat sini, gimana kalau kita kesana lusa?” “Ayo Ayoo” Rani dan Fira menyetujuinya.

Lusa pun tiba, mereka bertiga juga sudah sampai di lokasi tersebut. Setelah memesan tiketnya, tanpa menunggu lama mereka segera masuk dan bersenang-senang. Mereka sedang bermain bersama, seperti main seluncuran, flying fox, bermain bola basket, mereka juga mendapatkan misi, untuk masuk ke rumah hantu dan patung hewan yang kelihatannya seperti nyata tetapi itu hanyalah patung dan juga dikasih suara-suara yang sangat keras, mereka juga melukis bersama, dan masih banyak lagi. Mereka sangat bersenang-senang dan sangat menyukainya. 

Setelah mereka merasa puas dan lelah, mereka beristirahat dahulu dan sedikit mengobrol sebelum kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Di tengah-tengah istirahat, Disa mulai merasa cemas, karena dia mendapatkan pesan dari ibunya, bahwa Disa dan keluarganya akan kembali ke Kalimantan dan mungkin Disa akan tinggal disana untuk selamanya. Meskipun Disa rindu sekali dengan keluarganya di Kalimantan tetapi, dia juga akan rindu dengan dua sahabatnya.

Disa berusaha menyembunyikan perasaannya dari kedua sahabatnya. Namun, Rani yang peka segera merasakan ada yang berbeda dari sahabatnya. Rina bertanya dengan khawatir, "Disa, ada apa? Kamu terlihat tidak seperti biasanya." Disa terdiam sejenak sebelum mengungkapkan rencananya untuk pindah. "Aku dapat pesan dari ibuku kalau bulan depan aku mau pindah ke kota asliku, tetapi kita akan jarang ketemu dan bermain, aku akan rindu sekali pada kalian” katanya dengan suara pelan.

Mereka berdua terkejut dan merasa sedih. “Tapi kenapa tiba-tiba sekali?” kata Fira yang merasa sedih

“Ayahku tiba-tiba sudah selesai dengan pekerjaannya, dan ayahku ingin kembali ke Kalimantan” kata Disa. “Tapi kamu jangan lupain kita ya, kita sudah janji untuk selalu bersama dan menjadi sahabat selamanya.” Kata Rani. “Iya, janji” cerita itu diakhir dengan pelukan hangat.

Beberapa hari kemudian, sebelum Disa pergi, Rani dan Fira berencana untuk mengajak Disa untuk mengabadikan momen bersama sebelum Disa pindah. Mereka mengabadikan momen momen itu dengan perasaan bahagia dan terharu. "Ini akan selalu mengingatkan kita tentang persahabatan kita," kata Disa sambil tersenyum meski hatinya berat.

Setelah Disa pindah, sekarang hanya tersisa Rani dan Fira, mereka masih bersama-sama, tetapi mereka juga merasa kesepian karena sahabat satunya tidak ada disisinya. Tetapi, Mereka masih berkomunikasi lewat pesan Mereka berjanji untuk tetap saling mendukung satu sama lain dalam setiap langkah kehidupan mereka.


Analisis:

Tema: Persahabatan

Alur/Plot: Alur Maju

Tokoh dan Penokohan: 

Disa: baik,sedikit keras kepala, penuh semangat

Rani: baik, penyayang, ceria

Fira: bijaksana, baik,penuh semangat

Latar/setting: tempat wahana

Sudut pandang: orang ketiga

Amanat: Persahabatan sejati ditandai dengan kesetiaan satu sama lain, meskipun ada tantangan dan perpisahan. 

Dalam persahabatan, penting untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain. 

Nilai kehidupan: saling mendukung dan tetap setia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi Buku - Fara Salma

  Rahasia Tentang Anak Tengah Judul : Iyan Bukan Anak Tengah Penulis :Armaraher Penerbit : Skuad Tahun: 2023 Tebal: 292 halaman ISBN: 978-633-09-1845-2   Sinopsis Riyan selalu berharap berada di tengah-tengah keluarganya yang hangat, dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana yang Abang dan Adiknya rasakan, tetapi bukan semata-mata kehadirannya ada hanya karena dibutuhkan saja. Di usianya yang baru menginjak remaja, seharusnya Riyan bisa menghabiskan waktu untuk menemukan hal baru di hidupnya, bukan merasakan beban dan luka yang membuatnya berhenti di titik itu dan tidak membiarkannya tumbuh menjadi remaja normal seusianya. Riyan hanya ingin diperlakukan adil, disayangi sebagaimana mestinya, bukan dicampakkan dan dijadikan sebagai prioritas terakhir oleh orang tuanya. Kelebihan Novel ini mampu mebawa pembacanya ikut merasakan apa yang Iyan rasakan sebagai anak tengah. Penulis juga menyentuhkan isu isu tentang orangtua dalam memberi keadilan dalam anak...

Resensi Novel - Fina Zakiyatun

  Judul: Mahajana Penulis: Gigrey Penerbit: Gramedia pustaka utama  Tahun Terbit: 2020 Tebal: 456 halaman Genre: Drama Sosial, Budaya Sinopsis: Novel Mahajana karya Gigrey membawa pembaca menyelami kehidupan masyarakat adat dengan segala keunikan dan konflik yang menyertainya. Cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman. Di dalamnya, ada kisah perjuangan mempertahankan nilai-nilai adat, dinamika keluarga, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama dalam cerita ini bergulat dengan dilema antara mempertahankan tradisi leluhur atau mengikuti perkembangan modern. Konflik ini tidak hanya personal tetapi juga melibatkan masyarakat luas, menjadikan Mahajana sebagai cerita yang relevan dalam menggambarkan kondisi sosial-budaya di berbagai daerah Indonesia. Kelebihan: 1. Penggambaran Budaya yang Kuat: Gigrey berhasil membawa pembaca masuk ke dalam nuansa kehidupan masyarakat adat dengan d...