Langsung ke konten utama

Cerpen-Ryan Rachmatullah

Liburan di Pantai

Pagi itu, matahari bersinar lembut dari timur, memancarkan kehangatan yang mengundang. Angin sepoi-sepoi membawa aroma asin khas laut, membuat saya tak sabar untuk memulai liburan singkatnya di Pantai ngudel malang. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan tugas skola dan pondok, akhirnya osee mendapat waktu untuk rehat.

Saya dan teman-teman, supri, dayat tiba di pantai tepat pukul 9 pagi. Pasir putih membentang luas, ombak kecil berkejaran di tepi pantai, melengkapi keindahan suasana di pantai ngudel saat itu. “Akhirnya Kita bisa bebas dari kitab dan tumpukan buku,” ujar saya sambil terjatuh

Tanpa menunggu lama, mereka berdua berganti pakaian renang dan langsung berlari menuju udara. Ombak yang menyentuh kaki mereka terasa sejuk.saya tertawa saat melihat supri terpeleset mencoba melawan arus kecil. Suasana penuh canda itu membuat semua kepenatan terasa hilang.

Setelah puas

Matahari

“supri, tahu nggak? Rasanya aku nggak mau pulang,” ucap supri sambil menatap jauh ke lautan. Saya mengangguk setuju. “Aku juga. Rasanya ingin selamanya di sini, lupa sama deadl

Saat senja tiba, langit berubah menjadi kanvas jingga dan ungu yang memukau. Mereka duduk di tepi pantai, menikmati detik-detik tenggelamnya matahari. Angin sore yang hangat mengiringi percakapan ringan mereka tentang mimpi dan harapan.

Jadii begitu cerpen saya dan supri waktu ke pantai ngudel malang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Nayla Salsabila

  Berubahnya peraturan  Judul: I'm not stupid  Penulis: Khusnul Art Penerbit: Coconut Tahun terbit: 2024 (cetakan pertama) I'm not stupid merupakan sebuah novel anak sekolah yang ditulis oleh Khusnul Art dan diterbitkan pada tahun 2024. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan siswa sekolah oada tahun 2008. Sekolahnya bernama Magnesiam High School atau disingkat menjadi MHS. Novel ini menggambarkan secara rinci perjuangan 8 murid yang ingin merubah peraturan MHS. Karna mereka merasa sangat aneh dan ganjil dengan 8 peraturan yang ada di MHS.  Keunggulan dari novel ini mengajarkan kita agar mendengarkan pendapat orang lain. Dinovel ini kalian akan merasakan ketegangan dan sedih karna akan ada momen kehilangan untuk selamanya. Perjalanan mereka melewati rintangan yang amat berat. Kelemahan novel ini adalah, apabila orang yang membaca mudah percaya, maka ia akan terpengaruh dengan rumus karangan yang tidak masuk akal sama sekali. Juga banyak penyebar aib teman sendiri.

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi buku - Septia Fitri

  “14 Hari yang Mengubah Hidup: Perjalanan Emosional Bersama Isabella” Judul: 14 Days Isabella Penulis: Caramel Penerbit: Platform independen (cerita ini awalnya diadaptasi dari Alternate Universe) Genre: Drama, Fiksi Remaja Novel ini menceritakan perjuangan Isabella Seva Amorita, seorang gadis berusia 16 tahun, untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarganya yang selama ini membencinya. Ayahnya, Angga, menyalahkannya atas kematian ibunya saat melahirkan, dan kedua kakaknya, Gara dan Bara, juga memperlakukan Isabella dengan dingin. Hidupnya semakin sulit dengan kehadiran Anvaya, saudara tirinya, yang sering merundungnya. Meski dikelilingi oleh kebencian, Isabella tetap berusaha mendapatkan cinta dari keluarganya dalam waktu 14 hari sebelum ulang tahunnya. Dalam perjalanan ini, ia bertemu Menara Kaif Jaendra, seorang teman yang memberikan harapan baru, meski hubungan ini memicu kecemburuan Anvaya. Isabella menghadapi semua konflik ini sambil berjuang melawan penyakit jantung bawaan,...