Langsung ke konten utama

Puisi- M Syahrus

 Impian dalam genggama


"Belasan juta," kakak berbisik sinis,

"Mampukah kau, Dik? Tabunganmu tipis."

Senyumku merekah, keyakinan membaja,

"Disiplin adalah kunci, impian kan kujaga."

Uang saku tiba, separuh kusembunyikan,

Dalam ayam plastik, rupiah berbarisan.

Tahlilan dan hajatan, langkah kaki ayah,

Kucari tambahan, semangat tak menyerah.

Dua bulan berlalu, bagai sungai mengalir,

Kuhitung setiap keping, dalam buku kecil.

Setengah harga terlewati, harapan membumbung,

Namun badai datang, petir menyambung.

Tiga ratus ribu, di tas tersimpan rapi,

Setoran esok hari, mimpi hampir menepi.

Namun tas terbuka, hampa terasa nyeri,

Uang raib di kamar, hati terperi.

Malam kelabu menyelimuti jiwa,

Perjuangan berminggu, terasa percuma.

Ingin menyerah, lelah mendera sukma,

Namun ayam plastik, membisikkan makna.

"Berhenti kini, sia-sia segalanya,"

Bisikan kalbu, membangkitkan asa.

Tahajud malam, waqiah di subuh hari,

Kucari kekuatan, menutupi sepi.

Bulan berganti, hemat kujalani,

Kantin kulupakan, demi mimpi di hati.

Setiap rupiah kuperas, keringat bercucuran,

Demi genggaman impian, di kemudian.

Enam bulan berlalu, perjuangan usai,

Uang terkumpul cukup, hati berbinar usai.

PS Store Malang, langkah kaki ringan,

Ponsel idaman, kini dalam genggaman.

Kutatap ia lekat, tak percaya nyata,

Syukur membanjiri, jiwa yang tertata.

Bukan hanya memiliki, kebahagiaan ini,

Namun arti berjuang, tertanam abadi.

Mimpi memang butuh, peluh dan air mata,

Rintangan menghadang, tak gentar melangkah.

Karena di ujung sana, kan kutemui makna,

Hasil perjuangan, sungguh berharga.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Nayla Salsabila

  Berubahnya peraturan  Judul: I'm not stupid  Penulis: Khusnul Art Penerbit: Coconut Tahun terbit: 2024 (cetakan pertama) I'm not stupid merupakan sebuah novel anak sekolah yang ditulis oleh Khusnul Art dan diterbitkan pada tahun 2024. Novel ini mengisahkan tentang perjuangan siswa sekolah oada tahun 2008. Sekolahnya bernama Magnesiam High School atau disingkat menjadi MHS. Novel ini menggambarkan secara rinci perjuangan 8 murid yang ingin merubah peraturan MHS. Karna mereka merasa sangat aneh dan ganjil dengan 8 peraturan yang ada di MHS.  Keunggulan dari novel ini mengajarkan kita agar mendengarkan pendapat orang lain. Dinovel ini kalian akan merasakan ketegangan dan sedih karna akan ada momen kehilangan untuk selamanya. Perjalanan mereka melewati rintangan yang amat berat. Kelemahan novel ini adalah, apabila orang yang membaca mudah percaya, maka ia akan terpengaruh dengan rumus karangan yang tidak masuk akal sama sekali. Juga banyak penyebar aib teman sendiri.

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi Buku - Fara Salma

  Rahasia Tentang Anak Tengah Judul : Iyan Bukan Anak Tengah Penulis :Armaraher Penerbit : Skuad Tahun: 2023 Tebal: 292 halaman ISBN: 978-633-09-1845-2   Sinopsis Riyan selalu berharap berada di tengah-tengah keluarganya yang hangat, dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana yang Abang dan Adiknya rasakan, tetapi bukan semata-mata kehadirannya ada hanya karena dibutuhkan saja. Di usianya yang baru menginjak remaja, seharusnya Riyan bisa menghabiskan waktu untuk menemukan hal baru di hidupnya, bukan merasakan beban dan luka yang membuatnya berhenti di titik itu dan tidak membiarkannya tumbuh menjadi remaja normal seusianya. Riyan hanya ingin diperlakukan adil, disayangi sebagaimana mestinya, bukan dicampakkan dan dijadikan sebagai prioritas terakhir oleh orang tuanya. Kelebihan Novel ini mampu mebawa pembacanya ikut merasakan apa yang Iyan rasakan sebagai anak tengah. Penulis juga menyentuhkan isu isu tentang orangtua dalam memberi keadilan dalam anak...