Langsung ke konten utama

Naskah Drama: Ana Fitrotun, M.Bashori Alwi, Nadine Azzah, Ryan Rachmatullah, Shela Isma

 

TOKOH PENOKOHAN

Ryan; Siswa yang selalu tidur saat pembelajaran

Alwi; Bendahara kelas, teman ryan

Shela; Guru

Nadine; Adik Ryan

Ana; Ibu Ryan

SETTING

-Dalam kelas

- Jalan

-Rumah Keluarga Ryan

SINOPSIS

Seorang murid yang selalu tidur dalam kelas ketika pelajaran dan jarang bayar kas, oleh sebab itu ia sering di olok oleh teman-temannya, suatu ketika salah satu temannya melihat ia sedang memikul karung disebuah pabrik lalu salah satu temannya menemuinya dan alangkah kagetnya ia saat melihat sang teman. Sang teman memaksanya untuk bercerita, mengapa ia berada disini lalu ia menceritakan semua ternyata ia menanggung beban keluarga karena sang ibu sakit-sakitan dan sang ayah baru saja meninggal, ia juga mempunyai adik yang masih harus bersekolah, akhirnya ia harus mencari nafkah untuk keluarganya oleh sebab itu Ketika disekolah ia selalu tidur dan jarang bayar kas kelas.

JUDUL:

Scene 1

(Suasana di kelas. Para murid duduk, Bu Shela sedang mengajar. Ryan tampak tertidur dibangku pojok belakang.)

Bu Shela: Ryan!! Bangun…

(nada tinggi dengan mengetok bangku belakang)

Ryan: Eh maaf, bu

(tersentak bangun)

 Alwi: Dikira sekolah tempatnya tidur apa, tiap hari tidur terus ga mikir sekolah. Kas juga ga pernah dibayar

(ryan menanggapi dengan senyuman)

Bu Shela: Kamu disekolah selalu tidur itu apa dapat ilmu Ryan, eman-eman le..

(ucap Bu Shela sambil menatap Ryan)

Alwi: Kerjaanya numpang tidur doang!

(menoleh ke Ryan).

(semua murid melihat kearah Ryan. Ryan menunduk, diam saja).

 

Scene 2

(Keesokan harinya Alwi melewati sebuah pabrik dan ada seseorang sedang memikul karung, ternyata itu Ryan)

Alwi: Kayak pernah liat tu orang, eh itu Ryan?

(nada berfikir dan bertanya ke diri sendiri)

Alwi: Ryann!! Ngapain kamu disini?

(Ryan mendeka lalu bertanya dengan bingung)

Ryan: Alwi?? K-kok kamu ada disini

(melihat Alwi kaget dan gugup)

Alwi: Harusnya aku yang tanya, ngapain kamu disini, kerja?

(tanya Alwi penasaran)

Ryan: I-iya wi

(jawab dengan melas)

Alwi: Kenapa kerja yan, cerita dong sama aku!

(terkejut)

Ryan: Jadi gini…

(mencoba akan menceritakan saat dulu)

FLASHBACK

Scene 3

(Disuatu hari yang cerah Ryan hendak bermain dengan teman-temannya dilapangan, di tengah perjalanan adiknya berlari ke arahnya sambil berteriak)

Nadine: Kak…kak…, ayah kak

(teriak Nadine sambil menangis)

Ryan: Kenapa ayah?

(tanyanya dengan binggung)

Nadine: Ayah tidak sadarkan diri setelah jatuh saat membetulkan lampu

(jawabnya sambil gemetar)

Ryan: Ayo cepat pulang dek!!

(mengajak adiknya, sambil tergesa-gesa).

 

Scene 4

(sesampainya di rumah, Ryan dan sang adik (Nadine) kaget bukan kepalang saat melihat banyaknya warga-warga menggerubunggi tubuh sang ayah yang tergeletak di lantai)

Ryan: Yah?!.....A-ayahhhhhhh

(berteriak histeris)

 

(Saat kejadian itu, sang ayah sempat dilarikan kerumah sakit. Tapi ----, nyawa sang ayah tidak bisa terselamatkan. Tinggallah seorang ibu dengan kedua anaknya, Ryan dan Nadine. Duka haru akan kepergian sang ayah membuat ibu sangat terpukul hingga…beliau sering sakit-sakitan)

*suara gemertak, gelas jatuh

PYARRRR!!!

Ryan: Loh..buk

(nada kaget sembari melangkah menghampiri ibunya)

Ryan: Buk..buk, ibuk gapapa??

(tanya Ryan keras)

Ibu ryan: Nggak nak, gapapa

(jawab ibunya, menenangkan anaknya)
*Ryan mengecek badan ibunya

Ryan: Aihh, ibuk lagi demam! Panas banget buk, ayo buk kita kerumah sakit sekarang

(tuturnya dengan panik)

Ibu ryan: Gak usah nak..biaya rumah sakit mahal, ibu gaada uang ibu dirumah aja, ibu masih kuat kok, uhuk uhuk!

Ryan: Ayolah buk, kita kerumah sakit dulu! Masalah uang pikir belakangan dulu buk

(paksanya dengan menatap wajah ibunya)

Ibu ryan: Uhuk-uhuk! Gausah nakk.. ibu tak perlu ke rumah sakit, nanti juga sembuh sendiri

(kekeh menjawab anaknya)

Ryan: Biar Ryan aja yang cari uangnya buk agar, ibu bisa berobat

(Ryan terus memaksa)

Ibu ryan: Nak, Ryan…kalau Ryan mau cari uang, buat Ryan sama sekolah nya adik aja…ibuk gausah ya!

(menghela napas)

Ryan: Tapi buk-

(ucap Ryan terpotong)

Ibu ryan: Udah gapapa nak

Ryan: Iya deh buk, bentar buk Ryan keluar dulu beli obat

(menghela napas, melihat kondisi sang ibu yang sakit)

Ibu ryan: Hati-hati nak..

(mengangguk pelan)

 

Scene 5

(Ryan termenung di teras rumahnya)

Ryan: Melihat kondisi yang terus begini, aku ingin sekali bekerja mencari uang, tapi… kerja apa yaaa?

(ucapnya pada diri sendiri)

Nadine: Kak!! Kakak lagi banyak pikiran ya?

(tanya adik dengan senyuman lucunya)

Ryan: Ah nggak dek, ga ada apa-apa

(jawab Ryan dengan datar)

Nadine: Bohong deh..kulihat-lihat, kakak lagi mikirin ceweknya yaaa!

(seru adik menggoda)

Ryan: Ada-ada aja nih bocah, gak ada apa-apa udah sana main

(ucapnya tak ada ekspresi)

Nadine: Cieeee kak Ryan! Uhuy

(goda adik terus)

Ryan: Udah sana-sana! Tak kejar loh

(usir Ryan menggoda sang adik)

*Ryan Kembali termenung

Ryan: Kerja apa ya?? Arghh pokoknya aku harus nyari kerja meskipun sambil sekolah, apapun itu harus kulakukan!!

(ucap Ryan tegas)

 

Scene 6

(Ryan pun beranjak dari rumahnya, ia berkeliling mencari lowongan pekerjaan dan berharap ada Perusahaan yang menerimannya. Tapi, semua toko-toko, warung, yang ia tawarkan dirinya untuk bekerja, semua berhasil nihil. Tak ada satupun orang-orang yang menerimannya, tapi Ryan terus mencoba hingga pada malam harinya, Ryan menawarkan dirinya di sebuah pabrik kerajinan dan alhamdulillah diterima. Akhirnya Ryan masuk pekerjaan baru tersebut. Dan waktu bekerja, si Ryan dijadwalkan dari sore hingga malam hari)

 

(hari berganti hari, bulan berganti bulan, waktu terus bergulir, dan Ryan tetap semangat bekerja disana. Ryan sangat bersyukur, meskipun upah Ryan tak banyak tapi setidaknya cukup untuk kebutuhan-kebutuhan sekolah dan sang adik, juga biaya obat sang ibu)

 

 

 

 

Scene 7

(Kembali ke masa sekarang)

Ryan: Jadi gitu wi….maaf kalo selama ini ga pernah bayar kas kelas dan sering tidur dikelas saat jam Pelajaran

(ucap Ryan, nada melas)

Alwi: Seharusnya aku yang minta maaf karena aku selalu memaksamu bayar kas dan menggolok-ngolokmu saat tidur saat jam istirahat, padahal aku gatau apa yang membuatmu selalu tidur dan tidak pernah membayar kas kelas

(jawab Alwi merasa bersalah)

Ryan: santai aja wi

(semuanya terdiam, karena kepekaan alwi yang cukup tinggi, alwi melihat ryan ingin bicara sesuatu tapi ragu untuk mengucapkannya)

Alwi: kenapa, kok kamu kaya mau ngomong sesuatu gitu? Ngomong aja yan

Ryan: emm… itu wi, nanti aku mau lembur, boleh gk aku minta tolong buat izinin aku gk masuk sekolah?

Alwi: emm.. boleh-boleh

Ryan: makasih wi

Alwi: iya sama-sama

Scene 8

(keesokan harinya, saat guru sedang mengabsen)

Bu Shela: kemana ryan? Tidak masuk lagi?

(tanyanya dengan tegas)

Alwi: izin bu

Bu Shela: izin kenapa wi?

(Alwi menghampiri bu shela)

Bu Shela: kenapa wi?

Alwi: sebenarnya gini bu…..

(Alwi menceritakan apa yang telah diceritakan oleh ryan)

Alwi: jadi gitu bu…. B-bagaimana kalau kita iuran satu kelas buat disumbang ke ryan bu?

(ucap Alwi yang ragu)

Bu Shela: emm…. Ide bagus itu, nanti kamu kumpulin uang terus pulang sekolah kita kerumah ryan.

(jawab bu shela mendukung)

Alwi: baik bu

 Scene 9

Sepulang sekolah Alwi dan bu Shela pergi ke rumah Ryan dengan membawa uang hasil urunan sekelas

(Rumah Ryan tampak sepi, lalu Alwi mengetuk pintu rumah Ryan)

Alwi: (mengetuk pintu) Assamualaikum…

(suara pintu di buka)

Ryan: waalaikumsalam… eh bu Shela, Alwi…. Silahkan masuk

(mereka masuk ke rumah Ryan lalu duduk diruang tamu)

Bu shela: mana ibu sama adikmu Ryan?

Ryan: ada bu…. Sebentar saya panggilkan (masuk kedalam rumah)

(Ketika ibu Ryan datang Alwi dan bu Shela berdiri, sebagai penghormatan)

Ibu ryan: Assalamualaikum (sapa ibu Ryan sambil menjabat tangan bu Shela dan Alwi)

Alwi: waalaikumsalam

Bu shela:waalaikumsalam

(jawab serentak Alwi dan bu Shela)

(mereka duduk Kembali setelah di persilahkan oleh ibu Ryan)

Bu shela: bagaimana kabarnya bu?

(tanya basa-basi)

Ibu ryan: Alhamdulillah baik bu

Bu shela: jadi gini bu, maksud kedatangan kami kesini mau memberi sedikit rezeki untuk keluarga ibu dari teman-teman Ryan di sekolah (sambil menyerahkan amplop), mohon di terima ya bu…

Ibu ryan: makasih bu semoga perbuatan kalian dibalas oleh Allah swt, dan terima kasih untuk nak Alwi karena mau berteman dengan nak Ryan yang hidupnya sulit ini (ucap ibu Ryan sambil menangis)

Bu shela: iya bu, kita sesama manusia harus saling tolong menolong dalam keadaan suka maupun duka  

( tiba-tiba ibu Ryan limbrung dan tidak sadarkan diri)

Nadine: ibu kenapa kak? (nada bingung)

Ryan: ibu… ibu……………

(TAMAT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi buku - Wirda Tsaniya

  Nama: Wirda Tsaniya Sahla Kelas: XI-7 Tugas: Resensi Novel Warung Bujang Karya Jessica Carmelia Warung Bujang adalah novel karya Jessica Carmelia yang mengangkat tema kehidupan remaja dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di sebuah warung kecil. Novel ini menggambarkan kisah tentang harapan, impian, dan hubungan antar manusia, yang diwarnai dengan berbagai konflik dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan seorang pemuda bernama Bujang. Plot Cerita Novel ini berfokus pada kehidupan Bujang, seorang pemuda yang memiliki impian besar namun terjebak dalam rutinitas sebagai pemilik warung makan kecil yang diwariskan oleh orang tuanya. Meskipun tampaknya sederhana, kisah ini penuh dengan ketegangan emosional yang dibangun dengan baik oleh penulis. Bujang, yang merupakan karakter utama, harus menghadapi pilihan-pilihan sulit dalam hidupnya, antara mempertahankan usaha warung keluarganya atau mengejar impian pribadinya. Cerita berkembang dengan memperkenalkan berbagai karakter pendu...

Resensi Novel - Fina Zakiyatun

  Judul: Mahajana Penulis: Gigrey Penerbit: Gramedia pustaka utama  Tahun Terbit: 2020 Tebal: 456 halaman Genre: Drama Sosial, Budaya Sinopsis: Novel Mahajana karya Gigrey membawa pembaca menyelami kehidupan masyarakat adat dengan segala keunikan dan konflik yang menyertainya. Cerita ini menggambarkan bagaimana tradisi dan kearifan lokal dipertahankan di tengah arus modernisasi dan perubahan zaman. Di dalamnya, ada kisah perjuangan mempertahankan nilai-nilai adat, dinamika keluarga, dan hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tokoh utama dalam cerita ini bergulat dengan dilema antara mempertahankan tradisi leluhur atau mengikuti perkembangan modern. Konflik ini tidak hanya personal tetapi juga melibatkan masyarakat luas, menjadikan Mahajana sebagai cerita yang relevan dalam menggambarkan kondisi sosial-budaya di berbagai daerah Indonesia. Kelebihan: 1. Penggambaran Budaya yang Kuat: Gigrey berhasil membawa pembaca masuk ke dalam nuansa kehidupan masyarakat adat dengan d...

Naskah drama- Diva Rahmatika, Fara Salma, Septia Putri, M. Haiden, Naysila Firda, Riska Syafa

Judul : Dibalik Sebuah Pertemanan. Tokoh dan penokohan : 1.        Diva (Siswa yang banyak menuduh temannya) 2.        Fara (Siswa yang menjadi ketua kelas dan penengah) 3.        Septi (Siswa yang mudah marah) 4.        Haiden (Siswa yang berani untuk mengambil uang kas) 5.        Sila (Siswa yang rajin) 6.        Riska (Bendahara kelas yang bertanggung jawab)   PROLOG : Septi, Sila, Riska, Fara, Diva, Haiden adalah teman satu kelas. Riska sebagai bendahara, Fara sebagai ketua kelas.   Latar : Kelas (Pagi hari di kelas dengan cahaya yang cerah, lagu yang semangat mengalun saat Septi berjalan memasuki kelas)   Septi : Halo guys, selamat pagi. (melambaikan tangan) Riska, Fara, Sila, Diva : Halo (Sahut bersama) Sila : Tumben jam setengah 7 udah sampe sekolah? Septi ...