TOKOH
PENOKOHAN
Ryan; Siswa
yang selalu tidur saat pembelajaran
Alwi;
Bendahara kelas, teman ryan
Shela; Guru
Nadine; Adik
Ryan
Ana; Ibu
Ryan
SETTING
-Dalam kelas
- Jalan
-Rumah
Keluarga Ryan
SINOPSIS
Seorang
murid yang selalu tidur dalam kelas ketika pelajaran dan jarang bayar kas, oleh
sebab itu ia sering di olok oleh teman-temannya, suatu ketika salah satu
temannya melihat ia sedang memikul karung disebuah pabrik lalu salah satu
temannya menemuinya dan alangkah kagetnya ia saat melihat sang teman. Sang
teman memaksanya untuk bercerita, mengapa ia berada disini lalu ia menceritakan
semua ternyata ia menanggung beban keluarga karena sang ibu sakit-sakitan dan
sang ayah baru saja meninggal, ia juga mempunyai adik yang masih harus bersekolah,
akhirnya ia harus mencari nafkah untuk keluarganya oleh sebab itu Ketika
disekolah ia selalu tidur dan jarang bayar kas kelas.
JUDUL:
Scene 1
(Suasana
di kelas. Para murid duduk, Bu Shela sedang mengajar. Ryan tampak tertidur
dibangku pojok belakang.)
Bu Shela:
Ryan!! Bangun…
(nada tinggi
dengan mengetok bangku belakang)
Ryan: Eh
maaf, bu
(tersentak
bangun)
Alwi: Dikira sekolah tempatnya tidur apa, tiap
hari tidur terus ga mikir sekolah. Kas juga ga pernah dibayar
(ryan
menanggapi dengan senyuman)
Bu Shela:
Kamu disekolah selalu tidur itu apa dapat ilmu Ryan, eman-eman le..
(ucap Bu Shela sambil menatap
Ryan)
Alwi:
Kerjaanya numpang tidur doang!
(menoleh ke
Ryan).
(semua
murid melihat kearah Ryan. Ryan menunduk, diam saja).
Scene 2
(Keesokan harinya Alwi melewati
sebuah pabrik dan ada seseorang sedang memikul karung, ternyata itu Ryan)
Alwi: Kayak pernah liat tu orang, eh itu Ryan?
(nada berfikir dan bertanya ke diri sendiri)
Alwi: Ryann!! Ngapain kamu disini?
(Ryan mendeka lalu bertanya dengan bingung)
Ryan: Alwi?? K-kok kamu ada disini
(melihat Alwi kaget dan gugup)
Alwi: Harusnya aku yang tanya, ngapain kamu disini, kerja?
(tanya Alwi penasaran)
Ryan: I-iya wi
(jawab dengan melas)
Alwi: Kenapa kerja yan, cerita dong sama aku!
(terkejut)
Ryan: Jadi gini…
(mencoba akan menceritakan saat dulu)
FLASHBACK
Scene 3
(Disuatu hari yang cerah Ryan hendak
bermain dengan teman-temannya dilapangan, di tengah perjalanan adiknya berlari
ke arahnya sambil berteriak)
Nadine: Kak…kak…, ayah kak
(teriak Nadine sambil menangis)
Ryan: Kenapa ayah?
(tanyanya dengan binggung)
Nadine: Ayah tidak sadarkan diri setelah jatuh saat membetulkan lampu
(jawabnya sambil gemetar)
Ryan: Ayo cepat pulang dek!!
(mengajak adiknya, sambil tergesa-gesa).
Scene 4
(sesampainya di rumah, Ryan dan sang
adik (Nadine) kaget bukan kepalang saat melihat banyaknya warga-warga
menggerubunggi tubuh sang ayah yang tergeletak di lantai)
Ryan: Yah?!.....A-ayahhhhhhh
(berteriak histeris)
(Saat kejadian itu, sang ayah sempat
dilarikan kerumah sakit. Tapi ----, nyawa sang ayah tidak bisa terselamatkan.
Tinggallah seorang ibu dengan kedua anaknya, Ryan dan Nadine. Duka haru akan
kepergian sang ayah membuat ibu sangat terpukul hingga…beliau sering
sakit-sakitan)
*suara gemertak, gelas jatuh
PYARRRR!!!
Ryan: Loh..buk
(nada kaget sembari melangkah menghampiri ibunya)
Ryan: Buk..buk, ibuk gapapa??
(tanya Ryan keras)
Ibu ryan: Nggak nak, gapapa
(jawab ibunya, menenangkan anaknya)
*Ryan mengecek badan ibunya
Ryan: Aihh, ibuk lagi demam! Panas banget buk, ayo buk kita kerumah
sakit sekarang
(tuturnya dengan panik)
Ibu ryan: Gak usah nak..biaya rumah sakit mahal, ibu gaada uang ibu
dirumah aja, ibu masih kuat kok, uhuk uhuk!
Ryan: Ayolah buk, kita kerumah sakit dulu! Masalah uang pikir
belakangan dulu buk
(paksanya dengan menatap wajah ibunya)
Ibu ryan: Uhuk-uhuk! Gausah nakk.. ibu tak perlu ke rumah sakit, nanti
juga sembuh sendiri
(kekeh menjawab anaknya)
Ryan: Biar Ryan aja yang cari uangnya buk agar, ibu bisa berobat
(Ryan terus memaksa)
Ibu ryan: Nak, Ryan…kalau Ryan mau cari uang, buat Ryan sama sekolah
nya adik aja…ibuk gausah ya!
(menghela napas)
Ryan: Tapi buk-
(ucap Ryan terpotong)
Ibu ryan: Udah gapapa nak
Ryan: Iya deh buk, bentar buk Ryan keluar dulu beli obat
(menghela napas, melihat kondisi sang ibu yang sakit)
Ibu ryan: Hati-hati nak..
(mengangguk pelan)
Scene 5
(Ryan termenung di teras rumahnya)
Ryan: Melihat kondisi yang terus begini, aku ingin sekali bekerja
mencari uang, tapi… kerja apa yaaa?
(ucapnya pada diri sendiri)
Nadine: Kak!! Kakak lagi banyak pikiran ya?
(tanya adik dengan senyuman lucunya)
Ryan: Ah nggak dek, ga ada apa-apa
(jawab Ryan dengan datar)
Nadine: Bohong deh..kulihat-lihat, kakak lagi mikirin ceweknya yaaa!
(seru adik menggoda)
Ryan: Ada-ada aja nih bocah, gak ada apa-apa udah sana main
(ucapnya tak ada ekspresi)
Nadine: Cieeee kak Ryan! Uhuy
(goda adik terus)
Ryan: Udah sana-sana! Tak kejar loh
(usir Ryan menggoda sang adik)
*Ryan Kembali termenung
Ryan: Kerja apa ya?? Arghh pokoknya aku harus nyari kerja meskipun
sambil sekolah, apapun itu harus kulakukan!!
(ucap Ryan tegas)
Scene 6
(Ryan pun beranjak dari rumahnya, ia
berkeliling mencari lowongan pekerjaan dan berharap ada Perusahaan yang
menerimannya. Tapi, semua toko-toko, warung, yang ia tawarkan dirinya untuk
bekerja, semua berhasil nihil. Tak ada satupun orang-orang yang menerimannya,
tapi Ryan terus mencoba hingga pada malam harinya, Ryan menawarkan dirinya di
sebuah pabrik kerajinan dan alhamdulillah diterima. Akhirnya Ryan masuk
pekerjaan baru tersebut. Dan waktu bekerja, si Ryan dijadwalkan dari sore
hingga malam hari)
(hari berganti hari, bulan berganti
bulan, waktu terus bergulir, dan Ryan tetap semangat bekerja disana. Ryan
sangat bersyukur, meskipun upah Ryan tak banyak tapi setidaknya cukup untuk
kebutuhan-kebutuhan sekolah dan sang adik, juga biaya obat sang ibu)
Scene 7
(Kembali ke masa sekarang)
Ryan: Jadi gitu wi….maaf kalo selama ini ga pernah bayar kas kelas dan
sering tidur dikelas saat jam Pelajaran
(ucap Ryan, nada melas)
Alwi: Seharusnya aku yang minta maaf karena aku selalu memaksamu bayar
kas dan menggolok-ngolokmu saat tidur saat jam istirahat, padahal aku gatau apa
yang membuatmu selalu tidur dan tidak pernah membayar kas kelas
(jawab Alwi merasa bersalah)
Ryan: santai aja wi
(semuanya terdiam, karena kepekaan alwi yang cukup tinggi, alwi melihat
ryan ingin bicara sesuatu tapi ragu untuk mengucapkannya)
Alwi: kenapa, kok kamu kaya mau ngomong sesuatu gitu? Ngomong aja yan
Ryan: emm… itu wi, nanti aku mau lembur, boleh gk aku minta tolong buat
izinin aku gk masuk sekolah?
Alwi: emm.. boleh-boleh
Ryan: makasih wi
Alwi: iya sama-sama
Scene 8
(keesokan harinya, saat guru sedang mengabsen)
Bu Shela: kemana ryan? Tidak masuk lagi?
(tanyanya dengan tegas)
Alwi: izin bu
Bu Shela: izin kenapa wi?
(Alwi menghampiri bu shela)
Bu Shela: kenapa wi?
Alwi: sebenarnya gini bu…..
(Alwi menceritakan apa yang telah diceritakan oleh ryan)
Alwi: jadi gitu bu…. B-bagaimana kalau kita iuran satu kelas buat
disumbang ke ryan bu?
(ucap Alwi yang ragu)
Bu Shela: emm…. Ide bagus itu, nanti kamu kumpulin uang terus pulang
sekolah kita kerumah ryan.
(jawab bu shela mendukung)
Alwi: baik bu
Sepulang sekolah Alwi dan bu Shela pergi ke rumah Ryan dengan membawa
uang hasil urunan sekelas
(Rumah Ryan tampak sepi, lalu Alwi mengetuk pintu rumah Ryan)
Alwi: (mengetuk pintu) Assamualaikum…
(suara pintu di buka)
Ryan: waalaikumsalam… eh bu Shela, Alwi…. Silahkan masuk
(mereka masuk ke rumah Ryan lalu duduk diruang tamu)
Bu shela: mana ibu sama adikmu Ryan?
Ryan: ada bu…. Sebentar saya panggilkan (masuk kedalam rumah)
(Ketika ibu Ryan datang Alwi dan bu Shela berdiri, sebagai
penghormatan)
Ibu ryan: Assalamualaikum (sapa ibu Ryan sambil menjabat tangan bu Shela
dan Alwi)
Alwi: waalaikumsalam
Bu shela:waalaikumsalam
(jawab serentak Alwi dan bu Shela)
(mereka duduk Kembali setelah di persilahkan oleh ibu Ryan)
Bu shela: bagaimana kabarnya bu?
(tanya basa-basi)
Ibu ryan: Alhamdulillah baik bu
Bu shela: jadi gini bu, maksud kedatangan kami kesini mau memberi
sedikit rezeki untuk keluarga ibu dari teman-teman Ryan di sekolah (sambil
menyerahkan amplop), mohon di terima ya bu…
Ibu ryan: makasih bu semoga perbuatan kalian dibalas oleh Allah swt,
dan terima kasih untuk nak Alwi karena mau berteman dengan nak Ryan yang
hidupnya sulit ini (ucap ibu Ryan sambil menangis)
Bu shela: iya bu, kita sesama manusia harus saling tolong menolong
dalam keadaan suka maupun duka
( tiba-tiba ibu Ryan limbrung dan tidak sadarkan diri)
Nadine: ibu kenapa kak? (nada bingung)
Ryan: ibu… ibu……………
(TAMAT)
Komentar
Posting Komentar